Rakyat Harus Jeli Menentukan Pemimpin, Tolak Penghianat Rakyat

Jakarta - Demokrasi liberal yang dianut di Indonesia memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada warga negara dalam menentukan pilihan politik, baik itu untuk memilih dan juga dipilih. Mereka yang memilih sebagai pemilih/konstituen memiliki tanggungjawab dalam menentukan pemimpin yang akan dipilih. Sedangkan mereka yang menginginkan jadi pemimpin harus berpolitik dalam rangka menarik hati rakyat agar dipilih sebagai pemimpin. Pilihan kedua merupakan pilihan yang sulit karena menyangkut dengan tanggungjawab dan kepercayaan.

Sistem politik di Indonesia sangat didominasi oleh partai politik. Bagi mereka yang menginginkan menjadi pejabat legislatif dan eksekutif harus memiliki dukungan secara politik, dan otomatis mereka harus masuk ke dalam salah satu parpol sebagai kendaraan. Parpol merupakan alat dalam mekanisme perpolitikan di Indonesia. Tanpa melalui partai politik mereka akan sulit masuk pertarungan politik dalam rangka merebut kekuasan.

Sebagai alat dalam merebut kekuasaan, partai politik sangat memberi pengaruh besar dalam menentukan seorang calon yang akan menduduki posisi tertentu. Dengan mekanisme dan aturan sedemikian rupa partai politik memiliki arti penting dan sangat menentukan dalam memilih figur atau calon dalam memperebutkan jabatan tertentu. Maka parpol sebagai pintu utama perebutan kekuasaan memiliki legitimasi yang sangat kuat dalam menentukan calon pemimpin yang baik dan sebaliknya.

Para pekerja politik atau politisi merupakan figur yang memiliki semangat menggenggam kekuasaan. Berpolitik adalah sebuah pilihan dari keinginan berkuasa. Politisi sebagai calon pemimpin yang akan diberi mandat oleh rakyat dalam menentukan nasib rakyat kedepan sangat diharapkan mampu mengemban amanah tersebut. Harapan kepada calon pemimpin adalah kesejahteraan hingga ketenangan batin, karena sebagai penguasa mereka memiliki legitimasi dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang bersangkutan dengan kehidupan umum dalam berbangsa dan bernegara.

Berpolitik bila mengacu kepada arti sebenarnya seperti yang disampaikan Aristoteles yakni jalan untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat, maka berpolitik merupakan perjuangan yang mulia. Tetapi dalam kenyataannya, masyarakat masih banyak bersifat apolitis dikarenakan ulah politisi tersebut yang tidak bisa amanah terhadap kepercayaan rakyat. Politisi dianggap sebagai sekumpulan orang yang hanya menebar janji dengan kepentingan berkuasa. Mereka akan melakukan apapun demi memegang kekuasaan.

Sikap apatis terhadap politik tersebut merupakan kerugian bagi jalannya demokrasi di negeri ini. Masyarakat seharusnya menjadi policy terhadap kekuasaan tetapi dengan sikap apolitisnya tersebut akan memberikan ruang yang lebar bagi politisi dalam melakukan kesewenang-wenangan ketika memimpin. Ditambah dengan sistem politik dan hukum yang masih di carut marut dan belum bisa menjadi benteng kejujuran.

Kekuatan politik di negeri ini sangat dominan dalam melakukan legitimasi kekuasaan. Hukum masih menjadi bulan-bulanan akibat kekuatan politik yang hampir tidak terbatas. Kesewenang-wenangan penguasa seringkali diakibatkan oleh lemahnya hukum terhadap mereka yang memiliki posisi politik yang kuat. Hal inilah yang menjadikan politisi sulit dikontrol kekuasaannya karena menganggap dirinya kuat dan sulit tersentuh hukum.

Rakyat sebagai pemilih sangat menentukan para politisi yang akan menjadi figur pemimpin baginya. Pemimpin sebagai sebuah amanah harus diberikan kepada figur yang tepat dan tidak akan berkhianat terhadap amanah rakyat dan konstitusi. Mereka harus menjadi figur yang benar-benar meperjuangkan rakyat. Semakin banyaknya politisi yang melakukan pelanggaran hukum ini harus menjadi acuan bagi rakyat dalam menentukan pemimpin masa depan. Rakyat harus sadar bahwa kemarin kita banyak melakukan kesalahan dalam memilih pemimpin maka nanti harus lebih hati-hati dalam memberikan pilihan.

Banyaknya pejabat negara yang tersangkut masalah hukum bahkan amoral ini menunjukkan bahwa banyak dari politisi kita yang hanya ingin merebut kekuasaan demi ambisi pribadinya. Korupsi yang merajalela, penyalahgunaan wewenang, dan sebagainya tersebut memberikan sinyal yang sangat jelas bahwa politisi sangat rentan dengan pelanggaran hukum dan konstitusi. Politisi masih banyak yang memiliki mental rampok dan hanya peduli dengan misi pribadi dan mengabaikan amanah rakyat.

Masalah yang seringkali menjerat pejabat kita adalah korupsi. Ini menunjukkan mental politisi kita adalah perampok, yang menjadikan jabatan sebagai jalan untuk mengeruk keuntungan. Hal ini sangat bertolak belakang dengan cita-cita politik yang berfungsi sebagai alat untuk mensejahterakan rakyat. Politisi semacam itu hanya akan memberikan kesengsaraan kepada rakyat dan patut mendapatkan hukuman baik pidana maupun hukum sosial.

Masyarakat harus jeli dalam melihat persoalan ini dengan adanya politisi yang hanya menjadikan rakyat sebagai komoditi politik demi kepentingan berkuasa untuk mencapai ambisi pribadinya. Politisi yang hanya tebar pesona demi mendapatkan antusiasme masyarakat tetapi tidak berjuang untuk rakyat. Politisi semacam itu adalah politisi busuk dan harus ditolak karena sangat merugikan rakyat, bangsa dan negara. Kekayaan negara yang seharusnya untuk kepentingan rakyat pasti akan dijadikan untuk kepentingan pribadi atau kepentingan golongannya.

Dengan adanya keterbukaan informasi seperti sekarang ini masyarakat harus jeli dan tidak tertipu dengan adegan-adegan politisi di banyak media. Karena selain hukum yang harus menjadi pilar utama dalam membentengi kekuasaan, masyarakat juga harus proaktif dalam mengawasi bahkan mengkritik kekuasaan. Penguasa atau politisi yang selama ini hanya menjadikan kekusaannya sebagai pemuas ambisinya harus diberi rapot merah dan ditolak tegas karena sangat merugikan rakyat.

Hukum di negeri ini masih belum bisa seperti yang kita harapkan bersama. Hukum adalah satun-satunya rumah untuk mencapai keadilan, tetapi hukum terlalu lemah ketika berhadapan dengan mereka yang memiliki harta dan juga kekuasaan. Kekuasaan yang sering disalahgunakan oleh politisi kita merupakan karena hukum yang masih tebang pilih. Hukum masih hormat kepada mereka yang punya kekuasaan, dan penguasa seringkali menjadikan hukum sebagai permainan.

Antara politik dan hukum bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Seperti adagium dari Mochtar Kusumaatmadja bahwa hukum tanpa kekuasaan adalah angan-angan, kekuasaan tanpa hukum adalah kelaliman. Adagium tersebut secara sederhana namun tepat menggambarkan betapa erat kaitan antara kekuasaan dan hukum. Kekuasaan merupakan salah satu unsur dari politik, yaitu mengenai proses mendapatkannya. Sedangkan hukum merupakan suatu produk yang diidealkan sebagai konsensus (kecuali hukum dari raja, yang bukan merupakan suatu konsensus) yang dihasilkan dari proses-proses politik dan dikukuhkan dengan kekuasaan yang diperoleh juga dari proses politik.

Hubungan yang tidak dapat dipisahkan ini tidak terlepas dari hakikat bahwa hukum dan politik sama-sama merupakan sub-sistem sosial kemasyarakatan, yang merupakan sistem yang terbuka, sistem yang satu mempengaruhi sistem lainnya. Politik sebagai ajang untuk mendapatkan kekuasaan tersebut harus menjadi memiliki policy yakni hukum, agar politik tidak keluar dari relnya. Politik yang akan selalu berjalan beriringan tersebut diharapkan mampu membentengi kekuasaan dari sikap mensalahgunakan kewenangan.

Lemahnya hukum yang ada di negeri ini tidak mungkin mampu menjadi benteng tunggal dalam menjaga kekuasaan agar tidak melanggar aturan-aturan yang ada. Terlalu banyaknya politisi yang melanggar hukum menunjukkan politisi tidak taat dengan hukum, mereka meremehkan hukum sebagai sebuah institusi yang lemah dan bisa dipermainkan semau mereka. Persoalan ini sangat merugikan rakyat, dan sama sekali tidak akan memberikan perubahan ke arah yang lebih baik terhadap masyarakat.

Dengan keadaan yang seperti itu, harapan yang paling mungkin adalah kepada rakyat itu sendiri. Dalam artian rakyat menjadi pilar utama dalam menjadi benteng keadilan dan penegakan hukum. Bila hukum konstitusi sulit diharapkan, maka hukum sosial harus menjadi garis depan dalam mengawal kebijakan-kebijakan di negeri ini.

Politisi yang tidak lagi peduli dengan kepentingan rakyat, hanya menjadikan rakyat sebagai komoditi, memiliki moral yang lemah sebagai publik figur, dan sebagainya harus dilawan dengan kekuatan sosial dan ditolak sebagai calon pemimpin bangsa ini. Masyarakat harus bisa memetakan mana dari mereka yang serius mengawal kepentingan rakyat dan mana yang telah menghianati rakyat. Tolak politisi busuk!!!

*) Farhan Effendy, S. Fil. MAP adalah Dewan Pakar Nusantara sekaligus pengurus DPP Partai Demokrat. sumber.detik

Naskah UN Sulbar Di Terbangkan Dengan Hercules

Naskah soal Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMP dan sederajat baru tadi pagi diterbangkan dari  Surabaya menuju Sulawesi Barat Mamuju,  diantar panitia pelaksana UN menggunakan pesawat Hercules milik TNI Sabtu (20/4/2013).

Soal ujian yang diperkirakan tiba malam ini dan akan langsung didistribusikan malam ini juga ke lima kabupaten di Sulawesi Barat, termasuk Polewali Mandar.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidkan Polewali Mandar, Arifuddin Toppo.terkait persiapan pelaksananan UN untuk tingkat SMP yang dijadwalkan berlangsung Senin (21/4/2013) di seluruh Sulawesi Barat.

Harapan Arifuddin bahwa pelaksanan UN untuk tingkat SMP bisa berjalan lancar dan semua logistik ujian seperti kelengkapan soal dan lembar jawaban tak lagi bermasalah seperti di ujian tingkat SMA.

Harapan dari Kepala Dinas Pendididkan itu, Agar ujian bisa berjalan serentak di seluruh kabupaten di Polewali Mandar senin mendatang, Arifuddin berharap soal ujian nasional paling lambat bisa tiba siang di Polewali Mandar.

Oleh karena itu distribusi soal, terutama ke wilayah-wilayah terpencil, bisa segera dilaksanakan, dan tidak terjadi kesalahan yang memperlambat proses pelaksanaa Ujian Nasional Di Sulawesi Barat.

Editor : fai
Sumber : Kompas.com

Dhani Menggoda, Soal Asmara Fatin

Fatin Sidqia Lubis, Salah satu kontestan X Factor Indonesia, tampil bersama Vina Panduwinata membawakan lagu yang berjdudul "Logika" pada Gala Show, Jumat (19/4/2013) Jumat malam. Lirik dari lagu yang dibawakan Fatin memang  sedikit 'nakal'. tentu saja hal tersebut mengundang keingintahuan Ahmad Dhani, yang juga salah satu mentor pada acara tersebut.

"kamu pernah jatuh cinta ya?" goda Ahmad Dhani kepada Fatin.

Pertanyaan yang sama juga dilontarkan oleh penyanyi kawakan yang akrab disapa Mama Ina. Pertanyaan itu bahkan telah Vina pendam sejak latihan duetnya dengan Fatin. "Nah itu juga sama kayak pertanyaan Mama saat mulai latihan, 'kamu pernah jatuh cinta enggak?" tanya Vina menimpali ucapan Ahmad Dhani.

Sebagai remaja puteri ia tidak mengelak jika pernah merasakan indahnya jatuh cinta. "Sekarang X Factor dulu, sudah pernah jatuh cinta," ungkap Fatin malu-malu.

Mendengar Fatin bersuara Dhani kembali menggoda dengan mengatakan bahwa remaja puteri itu baru merasakan sekali jatuh cinta. Fatin pun menjawabnya dengan anggukan.

Saat Dhani akan menanyakan lebih jauh , mengenai Asmara Fatin, buru-buru Rosa menyetop Dhani untuk tidak menjawab apa yang menjadi pertanyaan Dhani. Perintah Rossa kepada Fatin

Kejadian hampir serupa juga pernah terjadi. Malah pada saat itu Fatin secara spontan menjawab bahwa ia sudah punya teman spesial.

Editor : fai

Saran Jokowi Soal Polemik UN

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) mengundang komentar banyak pihak. Tak hanya siswa peserta dan praktisi pendidikan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga ikut memberikan komentar dan sarannya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mempertimbangkan agar nantinya proses pencetakan naskah UN dapat diserahkan ke percetakan di daerah. Usulan itu dilontarkan dengan pertimbangan kemudahan proses distribusi dan dapat mencegah peluang terjadinya penundaan UN akibat keterlambatan cetak dan pengiriman naskah soal. Di luar itu, proses pencetakan menjadi lebih ringan karena dibagi di seluruh provinsi.

"Lebih baik kalau (pencetakan) itu didelegasikan ke daerah, jadi distribusinya lebih mudah," kata Jokowi, Jumat (19/4/2013).

Kemdikbud dapat memberikan bahan naskah (soft copy) ke tiap-tiap provinsi. Ia percaya cara seperti itu akan lebih efektif ketimbang pemusatan lokasi percetakan yang seluruhnya berada di Pulau Jawa.

"Jauh-jauh hari sudah mestinya sudah didistribusikan soft copy-nya ke daerah. Kalau ada bocor, tentu harus diberi sanksi, tapi percayalah, masa enggak percaya sama daerah. Kalau saya percaya, distribusi jadi lebih mudah," ujarnya.

Pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK/MA atau sederajat tahun ini tidak dapat dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Pelaksanaan UN di 11 provinsi di Indonesia tengah terpaksa diundur karena naskah soal ujian terlambat dikirimkan. Sebelas provinsi itu terpaksa memulai UN pada Kamis (18/4/2013), sementara 22 provinsi lain tetap sesuai jadwal, yakni mulai Senin (15/4/2013).

Setelah UN di 11 provinsi ditunda, masalah kedua muncul. Pada UN "gelombang kedua" itu, sejumlah gangguan juga masih ditemukan, salah satunya karena buruknya distribusi naskah soal UN. Pencetakan naskah UN dilakukan oleh enam perusahaan yang seluruhnya beroperasi di Pulau Jawa, yakni Kudus, Sidoarjo, Semarang, Surabaya, Tangerang, dan dua perusahaan percetakan asal Bogor.

Secara pribadi, Jokowi tidak sepakat dengan penggunaan UN sebagai satu-satunya alat ukur kelulusan siswa. Ia setuju adanya UN apabila ujian digelar untuk memetakan kualitas pendidikan nasional.
 
Editor : faisal
Sumber : Kompas

SBY Di Nilai Kurang Etis Membicarakan Soal Partai Di Istana Negara

Jakarta (Javainfonews) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menggelar jumpa pers terkait relasi Partai Demokrat dan klarifikasi mengenai Yenny Wahid di Istana Negara dinilai tidak elok.

Presiden dinilai tidak konsisten dengan janjinya. Presiden yang juga Ketua Umum Partai Demokrat pernah berjanji akan mengurusi persoalan partainya di akhir pekan agar tak mengganggu waktu menjalani tugas negara.

Namun, pada Rabu (17/4/2013) malam, tiba-tiba saja Presiden menggelar jumpa pers tentang polemik Yenny Wahid dan Partai Demokrat. Pernyataan itu disampaikan di Istana Negara, yang notabene adalah fasilitas negara bukan partai.

"Membicarakan persoalan partai bukan kali pertama Presiden bersikap tidak elok, Menyampaikan urusan partai di istana negara dan pada jam kerja," ujar politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo.

Sikap SBY tidak sesuai dengan janji yang selalu didengungkan para petinggi Partai Demokrat yang mengatakan bahwa Presiden hanya mengurus partai pada hari libur dan bukan di istana.

Sebelumnya, di dalam jumpa pers di Istana Negara tadi malam, Presiden SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat merasa nama baiknya tercemar dengan pemberitaan bahwa dirinya menawarkan posisi tertentu di partainya kepada Yenny Wahid.

SBY pun menggunakan Kantor Presiden untuk memberikan klarifikasi terkait kapasitasnya sebagai politisi Partai Demokrat, bukan Kepala Negara. SBY menceritakan bahwa pertemuannya dengan Yenny bersama sang ibunda, Sinta Nuriyah Wahid, di Puri Cikeas beberapa waktu lalu membahas berbagai persoalan di negeri itu.

SBY mengaku sempat berdiskusi dengan Yenny tentang kemungkinan berada di dalam satu partai. Tetapi, SBY membantah dia menawarkan posisi tertentu kepada Yenny. "Tidak ada sama sekali Mbak Yenny katakanlah mengharapkan posisi tertentu atau jabatan tertentu. Tidak ada. Kalau diberitakan Mbak Yenny ingin menjabat wakil ketua umum Demokrat, tidak ada. Kasihan beliau, tidak ada seperti itu," kata SBY.

"Demikian juga saya dengan inti pembicaraan bagaimana menyelaraskan perjuangan kita ke depan juga tidak pernah tawarkan kepada Mbak Yenny posisi ini posisi itu. Ini yang real, ini yang betul. Saya tidak pernah tawarkan dan Mbak Yenny tidak pernah mengharapkan, apalagi meminta," tambahnya. SBY pun mengaku menghormati keputusan Yenny Wahid yang akhirnya mengurungkan niatnya bergabung ke Partai Demokrat.

Editor : Fj
Sumber : Kompas

SBY : Klarifikasi Isu Tentang Yenny Akan Menjabat Waketum PD

Jakarta (Javainfonews) - Isu bergabungnya Yenny Wahid bergabung ke Partai Demokrat (PD). saat itu dikabarkan Yenny akan menjadi Waketum PD. Namun hal itu dibantah Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Klarifikasi SBY tidak pernah sama sekali menawarkan posisi apapun, termasuk Waketum PD kepada putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (GUs Dur) tersebut.

"Santernya pemberitakan Mba Yenny ingin menjabat Waketum PD, tidak ada. Kasihan beliau. Tidak ada seperti itu. Demikian juga saya dengan inti pembicaraan bagaimana menyelaraskan pembicaraan kita ke depan dengan baik, tidak pernah menawarkan posisi Yenny ini itu. " ujar SBY.

SBY mengatakan hal tersebut dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (17/4/2013).

Munculnya isu tawar-menawar posisi politik di PD sangat merugikan dirinya dan Yenny. SBY membenarkan jika pertemuannya dengan Yenny membicarakan kemungkinan berjuang bersama-sama dalam politik.

"Beberapa saat yang lalu saya didampingi dengan Ibu Ani bertemu Ibu Sinta Nuriyah dan Mba Yenny. Pertemuan sangat baik, penuh kekeluargaan dan di antaranya membicarakan pluralisme dan kerukunan umat beragama. Memang ada pembicaraan saya dengan Mba Yenny terkait dengan politik masa kini dan masa depan," tuturnya.

SBY juga mengungkapkan jika dalam pembicaraan itu, Yenny mengatakan harus berkonsultasi dulu dengan para Kyai NU terkait kerjasama perjuangan politik.

"Kira-kira yang paling baik seperti apa. Dan belakangan saya tahu setelah berkonsultasi dengan kyai NU, dikatakan lebih baik tidak bersama-sama dan Mba Yenny lebih baik memilih berjuang di arena yang berbeda dan saya pun menghormatinya," jelas SBY.

Editor : Fai
Sumber : Detik

PKS : Politik Itu Menyenangkan Dan Dinamis



Mallang (Javainfonews) Milad PKS ke-15 akan dipusatkan di Semarang pada tanggal 18-20 April 2013. Satu hari jelang Rapimnas, DPD PKS Kabupaten Malang mendaftarkan 50 Bakal Calon Legislatifnya (Bacaleg) ke KPUD setempat.

Ketua DPD PKS Kabupaten Malang, Syaiful Rosyid Meneranggkan, 50 bacaleg yang didaftarkan adalah kader terbaik. Proses penyusunan caleg berlangsung cukup panjang melalui survei internal kader. Serta, dilanjutlan pembahasan majelis syuro PKS."50 bacaleg yang kami daftarkan pertama ke KPUD adalah mesin politik utama kami," tegas Syaiful.

Menurut Syaiful, dari 50 orang bacaleg, 21 orang diantaranya adalah perempuan. Keterwakilan perempuan PKS Kabupaten Malang dalam pendaftaran bacaleg mencapai 42 persen. Lebih dari cukup. " dalam pileg mendatang, PKS menargetkan bisa meraih 9 kursi atau 100 persen dari perolehan kursi pada saat ini yang hanya 4 kursi saja," Tuturnya.

Daftar pertama bacaleg ke KPUD sekaligus membawa misi memberikan pesan kepada masyarakat tentang pentingnya semangat salit bekerjasama dan kebersamaan dalam membangun Kabupaten Malang. "Ada tebar 1000 pesan cinta dari kami PKS untuk masyarakat," terangnya.

Ia menambahkan, 1000 pesan cinta dilakukan kader-kader wanita PKS dengan membagikan bunga dan quote pesan cinta pada masyarakat umum. Dalam arti, PKS ingin menunjukkan pada publik bahwa politik itu menyenangkan dan membahagiakan.

"Mari kita hadirkan cinta dalam politik. Karena politik itu menyenangkan sekaligus membahagiakan. Sesuai jargon PKS, Cinta, Kerja dan Harmoni untuk kemajuan bangsa dan negara," pungkas Syaiful.

Editor : fai
Sumber : Beritajatim.com


SBY Digoda Bintang Porno

Akun resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, @SBYudhoyono, yang Sabtu pekan lalu baru dilansir. , rupanya kehadiran akun tersebut langsung mendapat reaksi dari Bintang porno asal Norwegia, Vicky Vette.     
Dalam kicauannya, perempuan yang pernah tampil dalam film horor berbumbu seks, Pacar Hantu Perawan, itu menggoda SBY dengan kicauan pertamanya seperti ini, "@SBYudhoyono ..... hi #sexy xo." Sapaan menggoda itu ditulisnya pada Sabtu (13/4/2013).

Merasa tak direspons, Vicky tak patah arang. Ia lagi-lagi berkicau di hari yang sama. "@SBYudhoyono .... follow me back so we can chat by personal message xoxo."
Kicauan Vicky rupanya tak membuat pemilik akun @SBYudhoyono meresponsnya. Ia pun lantas melontarkan kekecewaannya. "Sad @SBYudhoyono hasn't followed me yet, maybe he doesn't like my movies... :("

Menanggapi "godaan" Vicky melalui mention di Twitter, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa, menegaskan tidak ada alasan yang khusus mengapa yang ini atau yang itu dibalas sendiri oleh Presiden SBY atau staf.

"Walau demikian, saya tidak terkejut kalau Presiden SBY mengabaikan beberapa (mention) di antaranya karena pertimbangan relevansi isinya," kata Daniel ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin (15/4/2013).

Menurut Daniel, selain tidak mungkin semuanya dijawab, sebagian memang tidak perlu untuk dijawab Presiden SBY.

"Presiden SBY memang ngetweet dari iPad dan iPhone-nya," kata Daniel.

Ditegaskan kemarin Presiden SBY memang menyempatkan diri untuk membalas mention secara agak acak dari followers-nya yang menyapa. "Dua di antaranya berasal dari Aceh dan Papua. Yang dari Aceh bahkan dijadikan berita oleh media setempat," kata Daniel.

Mengenai Vicky Vette, sosok perempuan berambut pirang dan panjang ini memang dikenal luas sebagai bintang film dewasa berdarah Norwegia. Bahkan, sebelum menggoda SBY, dia pernah menggoda pesepak bola Andik Vermansah pada turnamen Piala AFF 2012 lalu di Malaysia karena permainan bolanya yang menawan.

Bahkan, Vicky berjanji akan mencium Andik bila kembali berhasil mencetak gol ke gawang lawan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring juga pernah digoda ketika ribut mengenai sikap Tifatul yang tidak mau bersalaman dengan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama waktu Michelle ke Jakarta tahun lalu. 

Editor : faisal
Sumber : Kompas.com

Tips Sukses Membangun Bisnis Resto di Amerika Serikat

Washington DC {javainfonews} Membangun bisnis resto dikota besar memang tak semudah yang kita bayangkan, butuk tips dan trik untuk bisa sukses. Apa saja tips sukses membangun bisnis restoran di Amerika Serikat? Apa saja langkah-langkah praktisnya?

Jawaban atas pertanyaan tersebut dibahas dalam bincang-bincang bertajuk “A-Z Langkah Praktis Membangun Bisnis Restoran” di KBRI Washington, D.C, seperti disampaikan Sekretaris II Pensosbud KBRI Washington .

Pengusaha sukses restoran dari diaspora Indonesia membagi tips dan pengalaman dalam mengembangkan bisnis restoran hingga sukses. Mereka yang saling berbagi tidak lain adalah Yono Purnomo, seorang chef terkemuka di wilayah upstate New York dan sekaligus pemilik restoran “Yono’s”, mewakili pengusaha restoran fine dining Indonesia.

Daniel Kurniawan, menjadi salah satu contoh sukses yang mewakili pengusaha pemegang franchise (restoran Arby’s) sekaligus pendiri restoran sendiri “Gachi Sushi House”.

Sementara itu, Made Yata, merupakan salah satu contoh sukses usaha bisnis fast food dengan 4 buah restoran fast food yang dimilikinya yang disebut Bistro 7 di Atlanta dan Charlotte.

“Saya ingin tiga pengusaha restoran tersebut menginspirasi diaspora Indonesia lainnya untuk membangun restoran Indonesia di AS,” ujar Dubes RI Dr. Dino Patti Djalal dalam sambutan pembukanyanya.

Menurut Dubes, impiannya sejak awal yang sampai saat ini belum tercapai adalah melihat berkembangnya restoran Indonesia, termasuk fine dining, di Amerika.

“Oleh karena itu, salah satu tujuan program ini adalah untuk mendorong kewirausahaan diaspora Indonesia di AS, khususnya keberanian untuk mencoba, mengambil risiko dan kemauan untuk berubah menjadi lebih baik,” demikian Dubes.

Membangun bisnis restoran, termasuk restoran Indonesia memang bukan langkah mudah. Riset, pemahaman kondisi lokasi dan selera konsumen, menetapkan target, kreativitas, dan tak kenal menyerah meskipun gagal, menjadi beberapa hal yang mengemuka dalam bincang-bincang tersebut.

Lalu apa sajakah tips sukses mereka?

Bagi Made Yata, yang telah berkali-kali jatuh bangun dalam menggeluti bisnis restoran selama hampir 20 tahun, assessment terhadap kemampuan, menetapkan target dan juga kemauan untuk mencari pengalaman dan pelajaran dari bisnis yang dijalankan orang lain menjadi beberapa hal penting yang perlu selalu diingat.

“Kalau anda gagal dan gagal terus dalam mencoba, jangan menyerah untuk mencoba lagi sampai menemukan hal yang benar-benar anda merasa pas dan puas. Jangan pernah takut gagal. Yang penting juga, milikilah mimpi besar,” papar Made Yata.

Mimpi dan kemauan serta kegigihan juga menjadi tips penting yang disampaikan oleh Chef Yono.

“Sky is the limit, jangan lupakan kreativitas, inovasi dan pahami apa yang disukai oleh konsumen dan belajar dari kegagalan,” pesan Chef Yono yang pernah tampil di berbagai program TV di Amerika, seperti Today’s show dan juga Food Network. Restoran fine dining miliknya “Yono’s” menyajikan makanan Indonesia dengan gaya ala makanan Perancis.

Daniel Kurniawan memberikan tips khusus untuk mengawali bisnis baik melalui program franchise maupun membangun restoran sendiri. Pahami kondisi lingkungan bisnis, kenali kendala dan keuletan untuk mendalami program-program bantuan pemerintah AS untuk kelompok minoritas yang dapat dijadikan modal dasar membangun dan mengawali bisnis.

Restoran franchise Arby’s yang dikelolanya pada tahun 2012 menjadi salah satu restoran kategori non-traditional yang meraih pemasukan terbesar, yaitu lebih dari US$ 2,5 juta per tahun.

Diskusi ini juga dihadiri oleh National Director Minority Business Development Agency (MBDA) Davis Hinson, yang memberikan paparan tentang program bantuan MBDA bagi kelompok minoritas, termasuk diaspora Indonesia di AS.

MBDA adalah salah satu program di bawah pemerintahan Presiden Obama untuk mendorong kewirausahaan bagi golongan minoritas, termasuk memfasilitasi mereka untuk memperoleh kontrak dan permodalan.

Lebih dari 50 diaspora Indonesia yang tinggal di Washington DC, Maryland dan Virginia larut dan antusias mengikuti diskusi interaktif tersebut. Selain diskusi, para peserta juga diajak untuk belajar memasak dan menyajikan makanan Indonesia lamb rack with gulai sauce dan filet mignon dengan rawon yang didemonstrasikan oleh Chef Yono.

Peserta menyatakan program workshop dan diskusi seperti ini merupakan hal yang mereka tunggu dan memberikan manfaat dalam memperluas wawasan sekaligus memicu mereka untuk dapat mengembangkan bisnis.

Diakui, keberadaan restoran Indonesia memang masih sangat sedikit di Amerika, apalagi jika dibandingkan dengan restoran Thailand, Vietnam, Jepang dan China. Perlu dorongan dan juga kemauan tinggi untuk mengejar ketertinggalan ini.

Diskusi ini merupakan bagian dari kegiatan diaspora to diaspora --semacam capacity building-- untuk mendorong semangat kewirausahaan konkret diaspora Indonesia di AS.

Editor : Fai
Sumber : detiknews
 
Support : Creating Website | Faisal Akhmad | Mas Template
Copyright © 2011. JavaNews - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger