Showing posts with label Hukum. Show all posts
Showing posts with label Hukum. Show all posts

Raffi Ahmad Jadi "Kelinci Percobaan" Hukum Indonesia

Siapa yang tidak mengenal sosok Raffi akhmad, yang mukanya sering tampil diberbagai acara ditelevisi, mulai jadi presenter sampai menjadi bintang sinetron.

Kini Raffi menunggu putusan sidang hakim yang tak kunjung tiba, setelah kurang lebih tiga bulan mendekam di Badan Narkotika Nasional (BNN). Raffi yang masih muda itu justru terkesan menjadi bulan-bulanan antar para pakar hukum atas kejadian pemakaian barang haram yang masih belum jelas status hukumnya itu, meskipun barang tersebut sudah disamakan dengan ganja atau sabu-sabu.

Raffi Ahmad sebagai selebritis yang sudah dikenal dialayar lebar itu, dengan sosok tegap dan suara khas itu, mengundang sejumlah protes dari berbagai kalangan, mengingat Raffi dijadikan "kelinci percobaan" mengenai kasus yang sedang dialaminya.

Ada dua hal yang perlu diketahui bersama mengenai kasus hukum beserta alirannya secara umum. pertama hukum yang bersifat normatif ini sesuai dengan hukum yang sudah tertuang dalam bentuk tulisan yang berupa pasal-pasal dan ayat-ayat, mengacu pada hukum normatif mestinya Raffi Akhmad sudah dibebaskan dari BNN, karena tidak terbukti sebagai seorang pecandu. kedua hukum yang digunakan oleh BNN ialah hukum yang bersifat empirik, dimana aliran ini, sesuatu yang terlarang tetapi tidak memiliki status hukum, sehingga perlu dikaji ulang mengenai materi penemuaannya, meski lewat tahanan yang bernama Raffi Ahmad sebagai "Kelinci percobaan".

Kondisi ini sangatlah nampak dan jelas, bahwa hukum di negeri ini masih setengah-setengah, pada hal yang namanya hukum harus ditegakkan dan berlaku bagi siapa saja, tanpa harus pandang bulu, mulai dari rakyat jelata sampai pada presiden, mestinya harus sama, tetapi yang menjadi problem, di negeri ini hukum masih bisa diperjual belikan dengan mudah dan gampangnya.

Oleh karenanya Hukum bukanlah jaminan menjadikan negeri ini menjadi lebih baik, ketika pelaksana hukum masih tetap bermental maling, jangan harap negeri ini menjadi lebih baik, ketika hakim-hakim masih suka bisikan negosiasi untuk menyelamatkan yang bersalah.

SBY Di Nilai Kurang Etis Membicarakan Soal Partai Di Istana Negara

Jakarta (Javainfonews) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menggelar jumpa pers terkait relasi Partai Demokrat dan klarifikasi mengenai Yenny Wahid di Istana Negara dinilai tidak elok.

Presiden dinilai tidak konsisten dengan janjinya. Presiden yang juga Ketua Umum Partai Demokrat pernah berjanji akan mengurusi persoalan partainya di akhir pekan agar tak mengganggu waktu menjalani tugas negara.

Namun, pada Rabu (17/4/2013) malam, tiba-tiba saja Presiden menggelar jumpa pers tentang polemik Yenny Wahid dan Partai Demokrat. Pernyataan itu disampaikan di Istana Negara, yang notabene adalah fasilitas negara bukan partai.

"Membicarakan persoalan partai bukan kali pertama Presiden bersikap tidak elok, Menyampaikan urusan partai di istana negara dan pada jam kerja," ujar politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo.

Sikap SBY tidak sesuai dengan janji yang selalu didengungkan para petinggi Partai Demokrat yang mengatakan bahwa Presiden hanya mengurus partai pada hari libur dan bukan di istana.

Sebelumnya, di dalam jumpa pers di Istana Negara tadi malam, Presiden SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat merasa nama baiknya tercemar dengan pemberitaan bahwa dirinya menawarkan posisi tertentu di partainya kepada Yenny Wahid.

SBY pun menggunakan Kantor Presiden untuk memberikan klarifikasi terkait kapasitasnya sebagai politisi Partai Demokrat, bukan Kepala Negara. SBY menceritakan bahwa pertemuannya dengan Yenny bersama sang ibunda, Sinta Nuriyah Wahid, di Puri Cikeas beberapa waktu lalu membahas berbagai persoalan di negeri itu.

SBY mengaku sempat berdiskusi dengan Yenny tentang kemungkinan berada di dalam satu partai. Tetapi, SBY membantah dia menawarkan posisi tertentu kepada Yenny. "Tidak ada sama sekali Mbak Yenny katakanlah mengharapkan posisi tertentu atau jabatan tertentu. Tidak ada. Kalau diberitakan Mbak Yenny ingin menjabat wakil ketua umum Demokrat, tidak ada. Kasihan beliau, tidak ada seperti itu," kata SBY.

"Demikian juga saya dengan inti pembicaraan bagaimana menyelaraskan perjuangan kita ke depan juga tidak pernah tawarkan kepada Mbak Yenny posisi ini posisi itu. Ini yang real, ini yang betul. Saya tidak pernah tawarkan dan Mbak Yenny tidak pernah mengharapkan, apalagi meminta," tambahnya. SBY pun mengaku menghormati keputusan Yenny Wahid yang akhirnya mengurungkan niatnya bergabung ke Partai Demokrat.

Editor : Fj
Sumber : Kompas

Keunikan Eyang Subur Versi Adi Bing Slamet

Adi Bing Slamet mengadukan perseteruannya dengan Eyang Subur ke Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat pada Kamis (11/4/2013) siang. Di dalam forum itu, Adi yang mengaku kenal dengan Eyang Subur sejak tahun 1995 itu pun memaparkan sejumlah praktik dan keyakinan Eyang Subur yang dinilainya sebagai ajaran sesat.

"Istri dan anak-anak bilang semua yang diajarkannya sesat. Jadi, saya ingin sekali orang yang bernama Subur ini diperhatikan karena sudah membahayakan.Eyanf Subur selalu memakai istilah eyang Gaib untuk memperdaya mangsa-mangsanya.

Perkenalan dengan Eyang Subur, Adi mengaku selalu dicekoki kopi hitam dan kopi manis. Kopi hitam dan kopi manis itulah yang disebut Adi sebagai ritual untuk mempengaruhi logikanya. "Saat saya datang ke rumah Eyang Subur di Tanjung Duren itu ramai sekali, banyak artis karaokean, rumahnya penuh kristal," ucap mantan bintang cilik tempo dulu ini.

Adi pun tak menggubris keanehan saat pertama kali datang ke rumah Eyang Subur. Adi hanya berusaha berpikir positif bahwa pengalamannya bertemu Eyang Subur akan memberikan pencerahan dan ketenangan dalam hidupnya. "Dia (Eyang Subur) pun mengaku lebih tua dari Nabi Adam. Jadi, umurnya sudah ribuan tahun. Eyang Subur, kata Adi, juga mengaku mampu memilih pejabat negara.

Selain itu, lanjut Adi, Eyang Subur juga mengaku bisa menghentikan Lumpur Lapindo. "Sekarang bisa itu si Subur dites. Kalau tidak bisa, langsung saja kita benamkan ke lumpur itu," ujar Adi gusar.

Eyang Subur juga mengajarkan, shalat dan puasa tidak wajib untuk dilaksanakan. Sebagai guru spiritual, Eyang Subur diakui Adi cukup banyak memiliki istri. Saat ini, Eyang Subur memiliki delapan istri.
"Saya juga diajak mabuk-mabukan, dikasih minuman. Katanya kalau joget, biar nggak malu-maluin. Sejak kenal Eyang Subur, saya jadi sering dugem. Jadi, saya memohon ke Komisi III untuk mencarikan solusi untuk Eyang Subur ini," kata Adi.

Adi pun mengatakan Eyang Subur gemar bermain togel, tetapi tidak menggunakan uangnya. "Biasanya ada orang lain yang disuruh untuk memasangkan nomor togel untuk dia," ucap Adi.
 
Adi mengaku rela membeberkan aib dirinya dan sang istri agar masyarakat tak lagi terperdaya dengan tipu muslihat yang digunakan Eyang Subur. "Biarlah ini menjadi aib kami saja, semoga tidak ada lagi yang ditipu di kemudian hari,"
 
Sumber : Kompas.com
Editor   : Faisal

Ilmuan Jepang Kembangkan Cara Membaca Mimpi

Ilmuwan Jepang berupaya mengembangkan cara untuk membaca mimpi, seuatu yang sejak masa lalu telah menjadi misteri.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Science, peneliti di ATR Computational Neuroscience Laboratories di Kyoto menggunakan Magnetic Resonance Imagic (MRI) untuk melakukan pemindaian, mendeteksi lokasi otak yang aktif pada saat-saat awal tidur.

Awalnya, sukarelawan saat tidur dipindai dengan MRI. Kemudian, sukarelawan dibangunkan dan diminta menggambarkan mimpinya. Proses ini dilakukan 200 kali.

Hasil studi menunjukkan bahwa ilmuwan berhasil memprediksi gambaran yang dilihat dalam mimpi sukarelawan dengan akurasi 60 persen serta meningkat menjadi 70 persen untuk beberapa obyek spesfik seperti manusia, kata-kata dan buku.

"Kami menyimpulkan bahwa kami mampu mengungkap beberapa mimpi dengan tingkat kesuksesan tinggi," kata Yukiyasu Kamitani, pimpinan penelitian ini.

"Mimpi telah memukau manusia sejak zaman kuno, namun fungsinya belum terjawab. Saya percaya, hasil penelitian ini adalah langkah kunci menuju pembacaan mimpi yang lebih akurat," tambah Kamitani seperti dikutip AFP, Jumat (5/4/2013) lalu.

Program penelitian Kamitani adalah bagian dari upaya pemerintah Jepang untuk memahami cara kerja otak dan mengaplikasikannya dalam dunia medis serta meningkatkan kesejahteraan. 

"Teknologi ini membantu orang dengan keterbatasan fisik untuk bergerak dengan organ buatan atau membantu menyembuhkan orang yang mengalami dementia atau penyakit terkait otak di masa depan," kata pejabat Kementerian Riset dan Teknologi Jepang seperti dikutip TimesLIVE, Jumat lalu.

Meski demikian, teknologi ini mungkin menuai konsekuensi etik. Di masa depan, mungkin seseorang akan punya kuasa untuk membaca pikiran orang lain.

Catatan Kang Yuzril Soal Anas

Kalau Anas Tahu...

Bangun pagi ini saya seperti tidak sabar menunggu Anas membuka halaman 2 dari bukunya, setelah membuka halaman 1, sehari setelah jadi tersangka. Barangkali akan ada “kejutan” jika Anas membacakan halaman 2 dan seterusnya kepada publik, misalnya “penggelembungan suara” dalam Pemilu 2009.
Terus terang saya ingin sekali tahu bagaimana Pemilu 2009 dilaksanakan, dengan hasil yg mencengangkan itu. Anas sepertinya tahu banyak. Apalagi saya dengar, semua dokumen penyelenggaraan Pemilu 2009 yang ada di KPU kini sudah dimusnahkan. Ini membuat saya makin penasaran. Kalau Anas tahu penggelembungan suara Pemilu 2009 dan ada kekuatan politik atau capres yg gunakan dana haram Bank Century, ini kejutan!
Anas diduga tahu banyak tentang skandal Bank Century. Selama ini opini publik digiring pada kebijakan bail out dan sejauhmana keterlibatan petinggi Bank Indonesia. Bagi saya yang sangat penting diketahui adalah, kemana dana bail out Century itu mengalir. Adakah dana itu mengalir utk Pemilu 2009? Mungkin Anas tahu.
Selain Pemilu 2009 dan Century, kayaknya ada banyak halaman di buku Anas yang memuat kisah Bukit Hambalang. Sedikit-sedikit kini mulai dibuka. Bukit Hambalang rupanya membawa banyak “berkah” kepada petinggi Partai Demokrat (PD). Kayaknya catatannya ada di halaman-halaman buku Anas. Kita tunggu saja kapan dibacakan.
Bayangkan! Nazaruddin saja ketika ngoceh kesana-kemari, korban-korban jatuh bergelimpangan. Apalagi Anas, kalau dia mau angkat bicara. Korbannya lebih dahsyat lagi.
Ha..ha..ha.. syair lagu Kemuning di atas mengingatkan saya tentang nama satu jalan di Manila, Kemuning Avenue. Saat saya tanya artinya apa, dijawab “pangalan ng bulaklag”, nama bunga. Sama.
Tunggu dulu! Bagaimana kalau buku Anas hanya 1 halaman? Itu namanya surat, bukan buku. Tapi, beliau bilang “kan baru halaman 1 yang dibaca!”

Penulis Yuzril Ihza Mahendra
Sumber : Kompasiana.com

Berakhirnya Sandiwara HT Vs SP

siapa yang tidak mengenal dua tokoh yang sudah memberikan konstribusi banyak untuk membangun ormas maupun partai yang berideologi nasionalisme tersebut. partai Nasdem sudah menyebar kemana-mana se-Nusantara, dan banyak pula yang sudah berkecimpung didalamnya.
dalam sebuah organisasi yang bertaraf nasional, dan baru-baru ini sudah mendapatkan nomer urut pertama dari 10 partai, untuk berkompetisi pada pemilu mendatang, tetapi menjadi hal yang sangat biasa, ketika terebentuk faksi-faksi. Hary Tanoe, yang memiliki sejumlah media yang teergabung dalam MNC Group, harus menanggalkan Nasdem, dan berpisah dengan Paloh, Apa sebetulnya yang menyebabkan HT harus keluar dari Nasdem?
dalam sehari ini, cukup santer berita tentang keluarnya HT dari Nasdem yang beredar, baik di twitter, fb, website, blogger, dll. tetapi persoalan ini saya rasa masih belum selesai dan tuntas, terkait konflik HT dan SP, yang keduanya didengung-dengungkan memiliki power yang cukup kuat di dalam partai.
Salah satu alasan Hary Tanoe mundur dari NasDem tak lain karena perbedaan pendapat dengan Surya Paloh terkait hal ini. Hary Tanoe yang menghendaki NasDem tetap dipimpin oleh kader muda protes dengan rencana Surya Paloh mengakuisisi NasDem hingga memilih mundur meninggalkan Partai NasDem.

Inilah Pernyataan HT!

“Masalahnya sederhana. Sederhana bahwa saya melihat Partai NasDem sudah berkembang dengan baik. Dan mayoritas pengurus NasDem di daerah itu adalah kalangan muda. Jadi bisa diterima kalangan muda. Kurang lebih 70 persen kader NasDem adalah anak-anak muda, dan saya ingin mempertahankan postur kepengurusan yang sedang berlangsung tanpa adanya perubahan,” kata Hary dalam konferensi pers di Museum Adam Malik, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2013). Hary Tanoe mengadakan jumpa pers didampingi loyalisnya yang juga mundur itu.
Namun Surya Paloh sebagai ketua majelis ingin perubahan, beliau ingin langsung terjun sebagai ketua umum, ini bukan berarti konflik saya secara pribadi. Tapi secara organisasi ada perbedaan sehingga pada satu titik saya harus mengambil keputusan.

Saya akan tetapkan keputusan poltik saya untuk kepentingan bangsa negara, gerakan perubahan adalah gerakan bersama, bukan sendiri tidak mungkin. Tapi saya akan tetap berjalan menggerakkan generasi muda supaya tetap membangun bangsa yang lebih baik. Sumber : detiknews
HT menyatakan secara organisatoris konflik tersebut atas nama partai, tetapi pada sisi yang lain, ada unsur-unsur kepentingan pribadi yang tidak tertampung didalamnya, sehingga wajar kalau kemudian HT memilih untuk mundur dari partai yang sudah digelutinya, kurang lebih 2 tahun ini.

Apa langkah gerbong HT selanjutnya?

HT dan gerbongnya akan memilih tiga opsi, pertama membuat parpol, kedua membuat ormas sendiri, ketiga bergabung dengan partai lain.
Argumentasi HT dan gerbongnya cukup serius dan bisa diteerima oleh semua pihak, dengan memilih mundur dari Nasdem, tetapi masih ada banyak hal yang tersembunyi dibalik semua itu. sebagai pengusaha tentu HT juga memiliki kepentingan-kepentingan konstitusional terkait proses berjalannya bangsa ini.
HT dan gerbongnya, akan berlabuh kemana?

Konflik Horizontal NU & Syiah


Jember (18/01/13), Mencuatnya kembali konflik yang mengatasnamakan organisasi keagamaan, nahdlatul ulama, yang menghakimi kelompok minoritas Syiah, sebetulnya bukanlah konflik yang mendasarkan atas nama keduanya, konflik tersebut bermula dari suatu kepentingan antar tokoh, yang kebetulan tokoh tersebut dianggap sebagai orang syiah dan memiliki ajaran syiah, sehingga pada spanduk yang terpampang dijalan, seorang tokoh tersebut dihujat bahwa ajarannya sesat dan menyesatkan.

Konflik yang mengatasnamakan keduanya tersebut, terjadi di kecamatan Puger, kabupaten Jember, yang kronologi persoalannya sebagai berikut:

Konflik personal ini sudah cukup lama terjadi, dimana seorang tokoh yang bernama Habib Ali Umar Al-Habsy merupakan seorang ulama dan tokoh panutan kaum nahdiyin didaerah Puger, disamping itu pula Habib ali, (begitu panggilan akrabnya), sudah cukup lama menjadi pengasuh pondok pesantren Darus Sholihin, sehingga banyak masyarakat yang seringkalimberkonsultasi berbagai persoalan terhadap sang Habib. Menurut penuturan dari salah satu masyarakat, (yang diminta untuk disembunyikan identitasnya), suatu ketika ada seorang perempuan X yang datang pada kediaman sang Habib, ia pun banyak berkonsultasi dengan sang habib, bahkan dengan vulgarnya, perempuan tersebut bercerita mengenai kehamilannya dengan seorang tokoh yang bernama Ustadz fauzi, dari situlah bagai api dalam sekam, yang pada akhirnya persoalan tersebut meledak dengan mengatasnamakan keduanya. Problem tersebut pada akhirnya tidak jauh berbeda dengan konflik disampang, dengan menunggangi ormas yang bernama NU dan Syiah, karena dua nama tersebut sudah melekat pada masing-masing personal yang bersiteru.

Pertemuan tadi malam yang dilakukan oleh sekelompok yang mengatasnamakan kelompok listas LSM itu, memusyawarahkan problem tersebut, guna mencari solusi terbaik atas penghakiman sepihak terhadap ustadz Ali Umar Al-Habsy, penghakiman sepihak yang dimaksud, mulai dari penyebaran fitnah, proses pengusiran ustad Habib Ali Umar Al-Habsy yang ditandatangani sejumlah tokoh seperti MUI, bahkan ironisnya MUI Jember sudah mengeluarkan fatwa yang memutuskan Bahwa Habib Ali Umar Al-Habsy dan memiliki ajaran sesat dan menyesatkan, karena Habib dianggap mengikuti faham Syiah. Pada kesempatan tadi malam itu dihadiri oleh staf Ahli PBNU bagian dari kepemudaan Habib Ali Assegaff, menanggapi reaksi positif atas perteuan antar LSM tersebut. Habib Ali Assegaff Menyatakan “ Suatu kedholiman haruslah diperangi, apapun bentuk alasannya, apalagi seorang tokoh seperti Habib Muhdar yang menyampaikan diatas Mimbar pada acara maulid Nabi, yang memprovokasi secara langsung, bahwa ajaran dari Habib Ali Umar Al-Habsy sudah sesat dan menyesatkan, sementara itu problem tersebut masih belum bisa dijelaskan secara koprehensif dan bersifat konsultatif atas pernyataan tersebut.

Pada pertemuan tadi malam di Rumah Gus Syef (Panggilan Akrabnya), dihadiri sebanyak 16 orang yang terdiri dari para ketua LSM di Jember, mulai dari LSM Elpamas, Picket Nol,  dan sejumlah LSM lain yang ikut berpartisipasi atas konflik horizontal yang terjadi dikecamatan Puger tersebut. Pertemuan itu akhirnya mengkerucut untuk melakukan hearing dengan anggota Ketua DPRD berserta staf-stafnya, yang akan dilaksanakan di gedung dewan pada senin, (212/01/13), dengan beberapa pernyataan yang akan menjadi tunututan dari LSM tersebut. Pertama: Para tokoh LSM akan mengklarifikasi mengenai surat pernyataan pengusiran Ustad Habib Ali Umar Al Habsy, yang sudah ditandatanganii sejumlah tokoh, seperti polres Jember, MUI, yang faktanya sudah menyebar diberbagai media. Kedua: LSM Menuntut fatwa MUI, yang memutuskan bahwa ajaran  Habib Ali Umar Al-Habsy sesat dan meyesatkan.

Dengan demikian pada esensinya problem tersebut bukanlah persoalan ideologis, tetapi hal itu adalah persoalan antar kepentingan yang kemudian dibungkus dengan mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan.

Berita yang sama : http://www.docstoc.com/docs/142061856/Konflik-NU-and-Syiah



Ketika Nurani Tergadaikan Kepentingan

Berjalannya sebuah proses kehiduan sosial, memang tidak lepas dari kepentingan-kepentingan untuk memenuhi kebutuhan akan sandang dan pangan, tetapi, ada banyak cara dan jalan untuk memenuhi hal tersebut, tidak harus melakukan hal-hal yang negatif, yang justru menimpa dan merugikan orang lain.

Kehidupan ditengah kota yang serba mewah, seringkali manusia lupa akan larangan-larangan Tuhannya, bahkan nurani kemanusian seringkali hilang, sebab kepentingan sesaat telah mengotori jiwa, seperti kisah seorang anak yang diperlakukan tidak manusiawi, dan keluarganya harus terkena musibah untuk kedua kalinya, pasca kematian putrinya.

Berdasarkan penuturan A, peristiwa tersebut terjadi Senin (14/1/2013) siang saat dirinya tengah beraktivitas seperti biasa di rumahnya, kawasan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Tiba-tiba seorang wanita mengaku anggota kepolisian datang hendak mengambil baju korban demi kepentingan kelanjutan penyelidikan. "Dia datang sendirian, salaman, terus duduk di dalam rumah. Dia nanya, bajunya anak saya masih ada atau enggak. Saya bilang sudah dibawa polisi semua, di sini sudah enggak ada," ujarnya kepada wartawan di rumahnya, Senin siang.
Pelaku kemudian mengajak A dan suaminya untuk ikut ke kantor Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur untuk kepentingan penyelidikan. A pun sempat menampiknya karena ia ingin pergi menyetorkan uang hasil santunan almarhum putrinya sebesar Rp 35 juta ke bank. Sumber : http://megapolitan.kompas.com

Pelaku yang menyamar sebagai oknum polwan itu, berupaya mempengaruhi korban, yang akan menyetorkan uang hasil santunan almarhum putrinya, senilai 35 juta itu, guna melanjutkan penyelidikan dipolres, tetapi alhasil, uang senilai 35 juta, dibawa kabur oleh oknum tersebut tanpa disadari oleh pihak korban, baru, beberapa menit kemudian, korban yang sudah tertimpa musibah, kehilangan sang putri yang dicintai itu, harus merelakan uang santunan dibawa kabur sang pelaku..

Astagfirullah, barngkali, hal diatas merupakan kisah yang memilukan, sebuah potret kehidupan dikota metropolitan dengan sejuta kepentingan, apapun akan dilakukan, meski harus menggadaikan nurani dan iman..M2fm

10 Parpol Dengan Nomer Urut 1-10, Menjadi Penentu Roda Kekuasaan

 Pengambilan nomer urut yang dilaksanakan oleh KPU, dimulai  dari jam 14.00, sampai jam 16.00, dan secara live sudah disiarkan baik media online, televisi dan lain sebagainya.

Masing-masing dari partai politik menginginkan nomer urut sebagai nomer keberuntungan untuk meraih simpati, dan meraih suara sebanyak-banyaknya dalam rangka sampai pada tujuan kekuasaan. Tetapi Partai politik sebagai wahana untuk menampung aspirasi rakyat, menjadi suatu harapan bahwa partai politik tidak hanya terus-menerus janji, dan membangun mimpi untuk menjesahterakan rakyat, tetapi kemudian fakta tersebut seringkali tidak tepat sasaran, artinya rakyat selalu dikibuli oleh kepentingan-kepentingan meraih kekuasaan.

Masing-masing partai mengambil nomor urut secara bergiliran. Dimulai dengan NasDem yang mendapat nomor urut 1, hingga berlanjut ke partai lainnya PKB nomor 2, PKS nomor 3, PDIP nomor 4, Golkar nomor 5, Gerindra nomor 6, PD nomor 7, PAN nomor 8, PPP nomor 9, dan Hanura nomor 10. Sumber: Detiknews

Pasca pengumuman dari nomer urut partai politik tersebut, para ketua umum partai dengan masing-masing pengurusnya, berpose dengan menunjukkan nomer urut kebanggaannya, bahkan ada beberapa partai yang akan menyegerakan untuk membuat sticker, sebagai bentuk sosialisasi dari masing-masing 10 partai yang sudah mendapatkan nomer urut terebut.

Dengan demikian 10 partai politik yang sudah lolos verifikasi dan mendapatkan nomer urut untuk berlaga pada pemilu mendatang menjadi pemicu atau penentu kekuasaan, baik ditingkat ekskutif, legislatif, dan yudikatif, sehingga sistem tersebut akan bergerak dengan segera, sesuai dengan elektabilitas, kredibilitas, dan menjadi pengayom rakyat. faisal akhmad
 

Pemuda dan Terorisme

Dihari momentum, dimana hari yang penuh dengan sejarah dan kenangan perjuangan pemuda untuk membela tanah air yang sangat dicintai ini, dahulu kala mereka sangat rela untuk mengorbankan jwa dan raganya, hanya karena ingin membela tanah air dari ekploitasi yang dilakukan bangsa Jepang dan Belanda. Masih sangat tersayat dan Nampak sekali, seumpah pemuda merupakan hal ikhwal dari gerakan pemuda dalam rangka menjadikan bangsa ini, menjadi bangsa yang merdeka.

Kembali pada sejarah, yang mengingatkan kita pada prosesi perjuangan sumpah pemuda untuk mengusir para penjajah dari bumi nusantara ini, merupakan hal yang gigih, dan tanpa pandang bulu untuk melepaskan diri dari cengkeraman bangsa lain yang tidak berperadapan, sehingga kumpulan pemuda pada waktu itu bersatu padu meski dalam kebhinekaan.

Semangat pemuda yang terus berkobar, tentu adalah suatu bentuk investasi bagi bangsa yang akan menjadi titik awal dari sbuah perubahan. Pemuda selalu diidentikkan dengan semangat yang gigih, pantang menyerah, dan selalu memiliki inisiatif untuk melakukan upaya-upaya perbaikan dan perubahan, akan tetapi tidak semuanya kemudan bisa dijadikan sebuah landasan dari pergerakan pemuda dalam konstek saat ini, mengingat perubahan zaman yang cukup drastic, juga mempengaruhi terhadap pola yang dibangun oleh pemuda diera kekinian. Kaum muda mahasiswa yang sebenarnya akan menjadi generasi penerus bangsa, karena dengan kaum muda yang terdidik, bangsa ini akan dibangun atau justru sebaliknya. Hancur dan tidaknya dari bangsa ini, adalah tergantung semangat dan keinginan dari para pemudanya untuk melakukan perbaikan dan perubahan.

Banyak contoh dinegara lain, dimana kaum muda mahasiswa yang Sepak terjang mahasiswa di berbagai belahan dunia pun sudah kental dengan perjuangan-perjuangannya yang saling berkait dengan pemikiran murni untuk memperjuangkan kebenaran. Di kawasan Eropa terjadi perjuangan mahasiswa di beberapa negara, yaitu: di Hungaria, revolusi menuntut kemerdekaan yang dimotori oleh Dewan Mahasiswa Revolusioner (DMR) ; di Yunani, mahasiswa berhadapan dengan rezim Papandreou menuntut Kebebasan, Demokrasi, Keadilan Sosial dan HAM ; dan juga peristiwa perjuangan kaum muda di Prancis pada tahun 1968 dan peristiwa lain di Eropa yang melibatkan mahasiswa atau kaum muda sebagai poros perjuangan. Di daerah Amerika , Beberapa negara yang pemerintahannya korup dan otoriter telah jatuh karena gerakan-gerakan perlawanan yang dilakukan mahasiswa seperti penggulingan Juan Peron di Argentina tahun 1955 dan Perez Jimenez di Venezuela tahun 1958. Di benua afrika, terjadi revolusi Aljazair dan juga gerakan mahasiswa di Sudan.Sedangkan Di asia tentu kita masih ingat peristiwa di terusan suez tahun 1951 , pembantaian mahasiswa oleh tentara inggris karena dinilai sebagai pemberontak dan ancaman. Nurrachman Ilya. politik.kompasiana.com/2012/06/…/titik-balik-pergerakan-mahasiswa.. Faisol

Korupsi Yang Menggurita

Pada pertengahan bulan agustus, negeri ini sudah dikejutkan oleh persoalan korupsi yang menjadi sorotan public dan sangat mengecewakan masyarakat secara umum, kenapa tidak, tertangkapnya hakim adhoc yang melilit hakim Kartini Juliana Magdalena Marpaung, yang bertugas di PN Semarang, dan hakim Heru Kisbandono, tertangkap oleh petugas KPK tepat pada hari kemerdekaan bangsa ini, sehingga public sangat dikejutkan oleh persoalan amoral yang dilakukan oleh dua hakim dalam upaya-upaya pembebasan terhadap tersangka Yaeni.

Mudahnya akses informasi dan komunikasi, rupanya telah membentuk jejaring para koruptor untuk bisa mengamankan situasi dan kondisi, serta membebaskan para terdakwa dari kasus-kasus yang melilit para koruptor dibelahan negeri ini, terbukti dengan tertangkapnya dua hakim adhoc kemaren menambah trust public terhadap kredibilitas dan integritas dari lembaga penegak hukum menjadi pudar. Kartini yang bertugas di PN kota semarang dan Heru kisbandono yang menjadi hakim adhaoc dikota Pontianak, ternyata mampu menggunakan akses informasi yang begitu cepat dan mudah untuk menggelabui masyarakat, bahkan ironisnya dua terdakwa Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) tersebut sudah berulang kali membebaskan terdakwa.

Korupsi yang melibatkan pejabat pemerintah dipengadilan menjadi hujatan yang menyakitkan ditengah carut-marutnya kondisi bangsa. Keterpurukan semakin menjadi-jadi pasca reformasi 1998, dan sebagian besar masyarakat menjadi oportunis dengan perilaku para wakilnya dikursi pemerintahan, sehingga control terhadap birokrasi pada akhirnya menjadi lemah, dan terkesan hanya menjadi rutinitas yang seolah-oleh tidak penting. Sementara itu kekuasaan hanya menjadi ajang memperkaya diri para birokrasi, tanpa memikirkan kepentingan rakyat secara menyeluruh, sehingga system yang dibangun pemerintah dengan agenda pembangunan infrastruktur dibeberapa daerah menjadi ajang rebutan antara pihak legislative, ekskutif, maupun para pejabat yang terkait, hal tersebut dalam rangka memenangkan tender dan menjadi lahan basah untuk melakukan penyelewengen.

Suap menyuap apakah sudah menjadi tradisi atau memang keberadaannya melanggar kode etik? Yang pasti apapun bentuknya suap-menyuap adalah sesuatu yang melanggar peraturan dan merugikan rakyat. Oleh karenanya lemabaga yang berwenang seperti KPK, MA, dan Pengadilan Negeri, merupakan lemabaga yang murni berpihak pada kebenaran, bukan justru sebaliknya, dengan melakukan intrik politik dalam rangka mengamankan para terdakwa, seperti kasus memalukan yang terjadi pada hakim adhoc (Kartini Juliana Magdalena Marpaung), yang bertugas di PN Semarang,dan Heru Kisbandono yang bertugas di PN Pontianak, keduanya tertangkap oleh petugas KPK pada 17 Agustus 2012.

SISTEM KORUPSI

Meski sudah 67 tahun Indonesia sudah mencapai kemerdekaannya, pasca proklamasi pada tanggal 17Agustus 1945, namun berbagai persoalan bangsa ini tak bisa dihindari satu sama lain, terutama ketika membicarakan pada konstek korupsi yang menggurita. Kasus korupsi menjadi sesuatu yang sangat esensial untuk dituntaskan, sebab korupsi telah mengantarkan negeri tercinta ini pada situasi yang terpuruk, dan berdampak pada stabilitas system ekonomi Negara.
Dengan kondisi yang semakin memeperparah kondisi bangsa, dan mencuatnya para koruptor membebaskan diri dari jerat hukum, ini kemudian menjadi tanda Tanya terhadap hukum yang dibangun di Indonesia. Hukum yang semestinya menjadi keranda bagi kematian moral bejat para koruptor, justru sebaliknya, hokum menjadi mainan politik dan intrik dari penguasa untuk mlanggengkan kekuasaan, sehingga hokum hanya dijadikan alat untuk melakukan upaya-upaya melakukan kejahatan yang dibangun secara masiv, structural, konstitusional, dan terlembagakan dipemerintahan.

Korupsi telah menjadi penyakit kronis yang perlahan akan menghancurkan bangsa ini, coba kita review kembali kasus-kasus korupsi yang banyak dipolitisir dalam kerangka proses pengamanan pejabat pemerintah, dan hal itu sudah menggurita, dan terkesan tidak ada ketegasan dari pemerintah untuk melakukan upaya-upaya pembersihan terhadap para tersangka, maupun terdakwa yang masih tetap bisa menjabat, meski kasus korupsi telah melilitnya. Tidak heran kalau kemudian ada sejumlah tokoh yang menyatakan bahwa bangsa ini, sudah menjadi “bangsa wani piro”, disitulah kemudian ada upaya transaksional antara orang yang berkepentingan dengan para hakim untuk sebuah pembebasan dari kesalahan yang fatal. Maraknya korupsi yang tak kunjung ada penyelesaiaannya, seperti Kasus bank century, wisma atlet hambalang, korupsi pengadaan al-qur’an, dan masih ratusan kasus korupsi yang tidak perlu untuk disebutkan, telah menjadi sarang yang menakutkan bagi situasi dan kondisi bangsa ini.

System korupsi terus dibangun secara apik dan sistematis oleh para koruptor, calon koruptor, dan generasi yang akan menjadi koruptor, sehingga pada masing-masing lembaga pemerintahan, system itu terus berlangsung, dan sangat merugikan rakyat. Hanya saja para koruptor tidak secara terbuka membangun sekolah atau pendidikan tinggi berbasis koruptif, dan tanpa ideology sebagai upaya proses regenerasi.
Kerugian Negara telah mencapai triliunan rupiah yang dikeruk oleh para koruptor untuk memperkaya diri dan hidup sejahtera, serta sebagai upaya untuk pensiun dini, hal ini pada hakekatnya sudah melanggar sisi kemanusiaan secara social, dan melanggar kode etik secara konstitusional kenegaraan. Maka oleh sebab itu sangat perlu hukuman social itu, seperti yang diungkapkan oleh Kacung Marijan (Guru Besar Universitas Airlangga) yang menyatakan “hukuman social bagi para koruptor, adalah dengan memperlakukan pejabat pemerintah yang menjadi koruptor dengan melakukan pekerjaan kasar, misalnya kepala daerah yang jelas sudah melakukan korupsi, maka harus dihukum menjadi pekerja social dikantor yang pernah ia pimpin, misalnya dengan memakai baju sebagai narapidana dan bertuliskan koruptor, membersihkan kantor, toilet, dan lain sebagainya”. (Kompas, 24 agustus 2012). Hukuman semacam itu, tidak boleh dianggap remeh, karena korupsi dinegeri ini sudah menjadi mental yang buruk bagi keberlangsungan kehidupan pemerintahan, sehingga system dan praktik korupsi di berbagai instansi pemerintahan tidak bisa dibiarkan, atau memberikan toleransi sedikitpun kepada para calon, atau generasi para koruptor.

Dengan demikian praktek dan system korupsi yang sudah menjadi akar yang melilit pada lembaga pemerintahan, atau sudah menjadi virus, sekaligus menjadi racun yang mematikan bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara ini, harus dicegah sedini mungkin, mengingat dampak dari korupsi tersebut, melemahkan system Negara secara ekonomi, dan secara umum merugikan rakyat Indonesia. Oleh karenanya lembaga yang berwenang dan pihak penegak hukum harus proaktif dalam proses menuntaskan kasus-kasus korupsi, sehingga dalam triwulan harus ada laporan yang jelas dari intstansi pemerintah, dalam proses penanganan kasus kronis yang terlembagakan.

Rekayasa Kemerdekaan

Tepat pada hari Jum’at, tertanggal 17 Agustus 2012, sebagai bentuk penghormatan dan rasa Syukur yang mendalam, atas terjadinya kemerdekaan bangsa Indonesia, dengan terjadinya peristiwa proklamasi yang dibacakan langsung oleh mantan Presiden RI, Soekarno, dan didampingi oleh bung Hatta. Peristiwa besar yang terjadi pada 17 agustus 1945, yang kemudian selalu dikenang setiap tahun dengan melaksanakan upacara penghormatan terhadap para pejuang yang meninggal dimedan tempur untuk merebut kekuasaan dari pihak asing. Sampai detik ini Indonesia sudah mencapai 67 tahun menjalani proses kemerdekaannya, dengan meletakkan dasar ideology Pancasila, sebagai falsafah dan pedoman Negara dan warganya.

Mengingat bangsa ini yang sudah menjalani prosesi kemerdekaanya sudah lebih dari setengah abad lamanya, maka seharusnya bangsa ini sudah mengalami kemajuan yang pesat, baik dilihat dari sector ekonomi, budaya, agama, rasa tau golongan, maupun dalam konstek social politik. Merujuk pada apa yang dipaparkan oleh Kiki Syahnakri, dalam opininya yang berjudul “Kontemplasi Kemerdekaan”, yang terbit pada hari rabu tertanggal 15 Agustus 2012, tentang bentuk rekomendasi atas bangsa yang selalu carut-marut bahwa “guna mengembalikan arah perjuangan bangsa menuju cita-cita luhur kemerdekaan, seluruh elemen bangsa , terutama tentang system yang diajukan guna merubah alur tata Negara, dengan proses melakukan perubahan fundamental. Pertama mengembalikan roh Negara terhadap spirit Negara yang berdasarkan Pancasila dengan melakukan pengkajian ulang terhadap UUD 1945, kedua mengembalikan system yang betul-betul roh dari demokrasi yang utuh, yaitu system demokrasi mufakat, bukan system yang berdasarkan kekuatan kelompok, yaitu Voting. (Kompas, 15 Agustus 2012).

Jika kembali menelisik terhadap persoalan bangsa ini, tentu ada hal yang paling fundamental untuk dikaji ulang dalam rangka untuk melakukan perubahan. Sebab terjadinya krisis pada suatu Negara, bukan hanya pada persoalan krisis ekonomi saja, yang saat ini terjadi pada Negara-negara bagian eropa, yang berdampak pada pada krisis dibelahan asia, termasuk Negara yang kuat terhadap perekonomian, yaitu Negara China, dengan pertumbuhan ekonomi yang menurun drastic.

MERDEKA ATAU SEKEDAR REKAYASA

Kemerdekaan suatu bangsa, bisa dilihat dari stabilitas dari berbagai sector yang menjadi tata kelola dari sebuah Negara. Bentuk fluktuasi dari perekonomian akan berdampak pada kesenjangan social, melemahnya aspek pendidikan, meledaknya pertauatan antara etnis yang satu dengan etnis lainnya, serta memunculkan trush antara golongan grusroot dengan kaum elit penguasa. Kondisi ini berdampak pada Trush rakyat terhadap pembangunan dan system yang dijalankan oleh pemerintah, sehinngga bentuk kekerasan atau anarkhisme dibeberapa wilayah sebagai bukti adanya system error yang coba direkayasa oleh beberapa pihak, dan kemudian system tersebut dipaksakan oleh pemerintah untuk dipatuhi oleh warganya, sehingga tidak bisa dielakkan lagi kondisi yang demikian itu memicu ketidak percayaan masyarakat terhadap tata kelola dan program yang coba ditawarkan oleh pemerintah dengan bentuk rekayasa social-politik, dengan slogan pembangunan ekonomi kerakyatan, dan stabilitas social yang terus bergerak dibeberapa wilayah.

Kami sepakat dengan apa yang ditawarkan oleh bapak Kiki Syahnakri, dengan perlunya Kontemplasi atas kemerdekaan bangsa ini yang masih menyisakan segudang tanda Tanya. Beberapa hal yang memang perlu untuk diperkuat oleh bangsa ini adalah: Pertama mengembalikan system demokrasi mufakat. Kedua membangun karakter bangsa. Ketiga orientasi ekonomi dengan sisitem liberalis, harus beralih terhadap system kerakyatan, dimana rakyat menjadi objek dari Negara, dalam rangka membangun kesejahteraan. Keempat lembaga penegak hukum (KPK), sebagai institusi pemeberantasan korupsi, suatu lemabaga pemerintahan yang bersifat independen, dituntut tegas, cerdas, dan rasional dalam menindaklanjuti kasus-kasus korupsi, seperti dilema kasus bank Century, tanpa ada bentuk ujung penyelesaian yang memuaskan khalayak masyarakat Indonesia, sehingga kasus-kasus yang berlangsung lama itu, terkesan ditutupi-tutupi yang pada gilirannya, hanya akan menjadi basi, dan para penegak hokum terasa enggan untuk mengoreksi kembali. Kelima mendesak pemerintah untuk melakukan reformasi, atau kata yang lebih tepat, bahwa pemerintah harus menyegerakan untuk melakukan “revolusi” birokrasi dan partai politik. (Kompas, 15 Agustus 2012).

Ada hal yang cukup menarik dari pernyataan bapak Kiki yang perlu kita cermati untuk dikaji ulang bersama-sama, yaitu tentang “upaya mendesak pemerintah untuk melakukan proses reformasi pada birokrasi dan partai politik (Parpol)” Menurut Kiki, upaya reformasi birokrasi sebagai lembaga yang berwenang di pemenrintahan, semenatara itu partai politik sebagai organisasi social-politik dalam proses kaderisasi kepemimpinan sebagai upaya membentuk dan mengembangkan kualitas calon generasi pemimpin bangsa. Dua lembaga yang mempunyai peran yang sangat besar terhadap proses rekrutmen kepemimpinan, dalam rangka membangun kredibilitas dalam tata kelola pemerintahan.

Oleh karena itu suatu hal yang selalu didengungkan oleh para tokoh, adalah bentuk-bentuk reformasi yang sebetulnya kehilangan arah untuk dijadikan tujuan dalam arah politik pemerintahan, mulai dari pasca krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998, dengan lahirnya reformasi pada tahun 1999 dengan naiknya K.H. Abdurrahman Wahid atau dikenal Gus Dur sebagai guru bangsa dan bapak pluralistik, yang pada saat itu Gus Dur di angkat menjadi kepala Negara, disitulah terjadinya pergeseran dari zaman orde baru menuju era reformasi, namun fakta-fakta tersebut tidak menunjukkan keberhasilan yang signfikan dalam pembangunan nasional bangsa ini. Dalam konstek ini kami kira reformasi adalah bagian dari masalalu yang kurang efektif dan efisien dalam proses penerapannya, sehinngga pada detik ini, dengan bahasa ekstrem perlunya ”revolusi” pada dua lembaga pemerintahan birokrasi dan partai politik. Revolusi pada birokrasi dengan perombakan besar-besaran dalam upaya membersihkan person-person birokrasi dalam menjalan pemerintahan yang cerdas, jujur, tegas, dan adil, namun dalam faktanya pemerintah masih kewalahan dengan banyaknya scenario dan rekayasa politik yang dimainkan oleh para elkit penguasa. Kemudian “Revolusi” partai politik sebagai organisasi pendidikan politik secara empiric untuk melanjutkan misi membentuk karakter pemimpin dengan kompetensi transfer of knowledge dan kompetensi transfer of value, sebagai bekal kemampuan mengelola Negara, demi kemajuan pada akhirnya. Lahinya partai politik dinegeri ini, justru sangat membingungkan masyarakat, sehingga oportunis masyarakat, karena ketiadaan Trust terhadap lembaga ini. Oleh karena itu perlunya “revolusi” parpol dalam rangka mempersempit, atau menjadikan partai ideologis semata, sehingga memudahkan dalam mengorganisir massa. Dengan demikian banyaknya partai politik justru tidak berjalan efektif-efisien dalam gerakan dan langkahnya pada satu sisi, sementara pada sisi yang lain munculnya partai yang kehilangan ideology, sehingga yang terjadi parpol hanya menjadi kendaraan untuk meraih kekuasaan dan financial semata, dan bersifat pribadi dan kelompok, disinilah perlunya mengkaji ulang dan memperketat undang-undang tentang pembentukan organisasi politik, sebagai lembaga atau institusi social politik yang mempunyai kredibilitas, akuntabilitas, dan memiliki trust yang tinggi terhadap masyarakat Indonesia.

Maju atau mundurnya bangsa ini, masih sangat tergantung pada generasinya, disamping element yang yang lain yang harus terus memacu terhadap proses perkembangan dan pendidikan para calon generasi pemimpin bangsa dimasa depan.
 
Support : Creating Website | Faisal Akhmad | Mas Template
Copyright © 2011. JavaNews - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger