Alam
semesta (Kosmos), merupakan bentuk realitas keber”ada”an Tuhan, dan
hamper 80 % semua makhluk termasuk manusia mempercayai hal tersebut.
Alam dan seisinya adalah bentuk simbolik yang paling mudah dan sangat
Nampak dihadapan kita, sehingga kita sebagai ummat manuisa yang memiliki
kekurangan dan kelebihan selalu dihadapkan pada situasi dan kondisi
yang berbeda-beda. Situasi dan kondisi secara eksplisit merupakan bentuk
fenomenologis dari gerakan jiwa yang ada dalam diri.
Pada
tataran ini, mari kita kaji bersama tentang situasi dan kondisi alam
yang selalu berubah dalam bentuk konsteknya, sehingga manusia tidak bias
memungkiri akan adanya keadaan yang terjadi tersebut.
Tuhan
selalu bekerja dengan misterius, dan acapkali selalu berada diluar
sangkaan manusia, sehingga manusia seringkali terperangah ketika
dihadapkan pada ujian maupun cobaan, dan selalu mempertanyakan apa yang
menjadi kehendak-Nya. Alam semesta ini bisa kita jadikan sebuah realitas
yang memiliki potensi yang cukup besar dan semuanya diperuntukkan untuk
kesejahteraan dan diamanahkan untuk dikelola sebagai mana mestinnya
sesuai dengan kapasitas ,yang kita miliki masing-masing.
Alam
semesta butuh diperhatikan oleh manusia sebagai pananggung jawab yang
diamanahkan, sehingga alam mampu dilestarikan dan tidak berduka,
disinilah bentuk system yang diperankan oleh Tuhan yang maha kuasa.
Manusia
sudah dibekali kesempurnaan yang cukup dibandingkan dengan makhluk
Tuhan yang lain, alangkah naifnya jika akal, pikiran, emosi dan hati
(spritual) kita tidak diarahkan, dikembangkan pada bentuk yang negative,
sehingga hanya akan mengakibatkan fatalisme dalam banyak persoalan yang
muncul.
Tuhan,
Manusia, dan Alam, merupakan bentuk kesatuan kosmos yang tidak bisa
dihindari, semuanya memiliki peran, tanggung jawab dan fungsinya
masing-masing. Alam adalah sahabat kita, manusia adalah saudara kita,
dan Tuhan adalah junjungan kita, tetapi kenapa harus menciptakan
pertangkaran yang berlarut-larut, semnetara kita hidup ditengah lautan
manusia ini diharuskan untuk melakukan perubahan yang lebih baik, bukan
justru sebaliknya.
Betapa kita terharu
Saudara-saudara kita
Bertengkkar saling membunuh satu sama lain
Ada yang menindas dan ada yang tertindas
Hingga air mata yang berlinang dipelupuk mata menjadi saksi
Atas keserakahan dan kebiadaban
Bukankah kita semua harus bergerak untuk menciptakan perdamaian
Sementara
pada hakekatnya kita semua adalah saudara, dan kita pun diperitahkan
untuk mengelola kehidupan ini, serta untuk menciptakan perdamaian satu
sama lain, bukan lantas buas seperti dialam rimba, siapa yang kuat, maka
dia akan berkuasa. Israel dunia mengutuk keambiausanmu.

0 komentar:
Post a Comment