Home » » Caci Maki, Provokasi, dan Aksi yang Membumi

Caci Maki, Provokasi, dan Aksi yang Membumi


Sebagai manusia individu kita semua memiliki kepentingan-kepentingan sebagai pemenuhan kebutuhan, sementara pada sisi yang lain sebagai makhluk sosial, tidak bisa kemudian kita hidup sendirian, tetapi butuh orang lain untuk menjadi teman berbincang, kolega, maupun dalam bentuk relasi.
Dalam bahasa yang sederhana, Kita sebagai makhluk sosial yang memiliki banyak keterbatasan-keterbatasan, tentu dalam hati harus diberikan ruang sebanyak 30% untuk dicaci, difitnah/ diprovokasi. Ruangan tersebut sebagai bentuk upaya dalam gerakan kita sebagai manusia sosial yang siap dengan berbagai kondisi yang berbeda.
hidup adalah bagian dari masalah dan sekaligus merupakan tanggung jawan yang diamanahkan, oleh sebab itu tidak sepantasnya kita sebagai manusia yang diamanahkan untuk mengelola kehidupan ini lari dari tanggung jawab, sehingga harus dimulai sedini mungkin untuk memupuk keberanian dalam diri dalam menghadapi tuntutan zaman yang semakin cepat dan keras ini.
siapapun orangnya, kami rasa pernah mengalami dicaci maki, dipriovokasi atau difitnah oleh kompetitor kita dalam kehidupan, tetapi semua itu merupakan cambuk untuk terus melakukan aksi dan upaya-upaya perbaikan dalam berbagai hal.
Dengan demikian kondisi yang semakin tidak stabil ini, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosia, pendidikan, agama, suku, maupun ras, sesungguhnya masih menjadi PR bagi generasi penerus untuk melakukan upaya-upaya perbaikan dalam segala bidang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita masing-masing.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Faisal Akhmad | Mas Template
Copyright © 2011. JavaNews - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger