Dikala masih seumur jagung, ibu selalu menceritakan
banyak persoalan dimasa-masanya masih muda, Ibu cuku berperan dalam
keluarga yang mungil ini dan ibu pun sungguh cukup besar dalam
membimbing, mengarahkan dan mendidik putra-putrinya untuk menjadi orang
yang berbakti pada kedua orang tua, agama, negara, dan masyarakat.Pada waktu itu, berkisar umur sekitar 5-6 Tahun bapak dan ibu meski selalu berbeda pendapat dalam mendidik putra-putrinya tetapi jasa beliau sungguh besar dalam membentuk kepribadian dan mengantarkan anaknya pada proses pendidikan yang maksimal. Ibu meski adalah seorang petani dan tinggalnya jauh dari kemajuan, disebuah pelosok yang cukup jarang di hampiri orang birokrasi ditingkat pemda, tetapi semangat dan keinginannya memperjuangkan nasib putra-putrinya tidak bisa dibandingkan dengan segudang mutiara, mengapa demikian? karena bentuk kasih sayangnya yang melebihi dari apapun didunia ini.
Masa yang indah waktu kecil dulu, meski dari keluarga yang tingkat ekonominya bisa dikatakan pas-pasan, tetapi semangat itu tidak bisa dibandingkan dengan apapun, keluarga kecil yang damai ini, selalu menceritakan sekaligus mendidik putra-putrinya dengan kisah-kisah perjuangan, mulai dari perjuangan para saudagar yang berupaya mengislamkan orang-orang yang ada di Jawa, sampai dengan kisah para wali, khususnya wali songo yang beusaha ditanamkan pada jiwa ini.
Bahkan sampai detik ini, seakan tanpa lelah Ibu terus membimbing, mendidik anak-anak dan cucu-cucunya yang masih mungil, ia tidak segan-segan, bilang salah, jika itu salah dan seterusnya.
Ibu memang bukanlah orang yang terdidik, bahkan beliau dibesarkan dalam lingkaran keluarga yang tidak sehat, sehingga hal itu menjadi cambukan bagi ibu untuk merubah segalanya, bahkan anak-anaknya semuanya harus memiliki pendidikan yang tinggi, cukuplah Ibu yang tidak berpendidikan nak, katanya, lalu Ibu kembali berkata: “tiada guna sekarang ibu menyesali sesuatu yang sudah lampau, tetapi sekarang adalah masa kalian, dan kalian harus bisa dan melebihi dari peran ibu yang banyak tidak tahu tentang berbagai persoalan, cukuplah ibu yang sedikit tahu dan cukuplah dari sedikit tahu itu untuk dilaksanakan”.
Ibu telah mengantarkan putra-putrinya dengan kemerdekaan dan kebebasan dalam memilih, mau jadi apapun yang terpenting jangan pernah menciderai keluarga, itulah pesan dari seorang ibu, ketika putra-putrinya akan berangkat untuk menuntut ilmu.
Ibu jasamu akan selalu kukenang sepanjang nyawa dikandung badan.
Selamat hari Ibu sedunia
0 komentar:
Post a Comment