Palestina yang dianggkat statusnya
menjadi Negara non anggota oleh PBB, menjadi salah satu kemenangan dari
wargag palestina, yang mengindikasikan kebebasan dan kemerdekaan
Palestina, yang selama ini menjadi bagian negeri yang tertindas oleh
amukan Negara zionis.
Dengan meningkatnya status sebagai
negara pemantau nonanggota di PBB, Palestina tidak lagi dianggap sebagai
entitas saja yang selama ini diwakili PLO. Palestina berhak untuk
bergabung ke dalam organisasi-organisasi PBB dan terlibat dalam
perjanjian-perjanjian internasional.
“Dengan negara Palestina, kami sekarang
bersatu sebagai sebuah bangsa dan suatu kepemimpinan,” kata Laila Jaman,
seorang keturunan Palestina-Amerika yang turut dalam kemeriahan di
Ramallah sambil membawa bendera Palestina dan poster Presiden AS Barack
Obama bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Resolusi PBB untuk meningkatkan status
Palestina sebagai negara nonanggota didukung 138 anggota Majelis Umum
PBB, termasuk Indonesia. Hanya sembilan anggota delegasi yang menolak
yakni Israel, Amerika Serikat, Kanada, dan sekutunya. Sementara itu, 41
lainnya memilih abstain. Sebelumnya, dalam pidato menjelang voting
tersebut, Presiden Mahmoud Abbas menyebut pengakuan sebagai negara
merupakan napas baru bagi Palestina untuk mendorong negosiasi damai
dengan Israel. Namun, bagi Israel, hal tersebut dinilai langkah mundur
yang akan membuyarkan peta jalan damai kedua belah pihak.
(1wartanusantara.com)
Dari voting yang dihasilkan di PBB
tersebut, menjadikan Palestina memiliki posisi yang lumayan kuat untuk
melakukan perjanjian-perjanjian internasional, sehingga dengan demikian
secara politis Palestina masih harus berupaya keras untuk melakukan
bentuk-bentuk perdamaian dan keamanannya bagi setiap warga yang berada
di Palestina. Tetapi masih perlu antisipasi dari kemenangan voting yang
diputuskan di PBB, sebab masih banyak pihak-pihak zionis yang masih
menginginkan Palestina tunduk terhadap kekuasaan bangsa zionis.
Oleh karenanya, masih sangat
memungkinkan bagi Israel dan sekutunya untuk kembali melakukan
propaganda dan penyerangan terhadap warga palestina. Meski sudah menang
di PBB, bangsa-bangsa zionis tidak mungkin menerima kekalahan begitu
saja, sehingga Presiden Mahmoud Abbas perlu memperkuat barisan militer,
maupun warga palestina secaara umum untuk saling memperkuat dari
serangan yang tak terduga dari bangsa zionis.
0 komentar:
Post a Comment