Home » » Persaksian Bisu

Persaksian Bisu

Dibawah teriknya sinar mentari, rasa haus dan panas menjalar pada seluruh pori-pori ditubuh ini, dan perjalanan ini masih jauh untuk sampai pada tujuan. Pada sisi yang lain kawan dan lawan hampir memiliki perbedaan yang sangat tipis, semuanya adalah bentuk rekayasa dan sandiwara semata yang diperankan dengan apik dan manis.

Aku menghirup dalam-dalam aroma yang menyegarkan dari rangkain bunga berwarna-warni dalam genggamanku. Ya, aku tidak sedang bermimpi. Aku bisa mendengar dengan jelas kidung merdu selembut nyanyian surga, bergaung di dalam ruangan bergaya roma itu. Nyanyian indah para malaikat mengiringi langkahku untuk maju. Dengan senyum yang tidak akan bisa luntur, aku melangkah mantap di atas keyakinan suci bersih yang sangat kau sukai. Aku berjalan di belakang sepasang mungil malaikat cinta, yang sibuk menaburkan kerlap-kerlip cinta kita.

Aku berjalan menelusuri lorong-lorong sempit dan terjal, dan masih terngiang jelas suara indah yang terngiang diselaput gendang telingaku, katamu engkau hadir akan menjadi penjaga hatiku, katamu engkau hadir menjadi tiang untuk bersandar, katamu pula, kelemahanku bisa engkau tutupi dengan kelebihanmu, benarkah demikian? Sementara perubahan sang waktu bisa merubah dalam hitungan detik.

Dalam nuraniku aku ingin memegang teguh tali Ashadu Allailaha illallah, wa ashadu anna Muhammadar Rosulullah antara aku, engkau dan Tuhanku, sebagai bentuk ketulusan dan hakikat dari kehidupan untuk menemukan arah cinta dan ridho Ilahi Robby.

Aku datang tidak hendak melihat elok rupa yang menawan, atau keindahan tubuh yang eksotis, tetapi aku datang dengan melihat putihnya jiwamu, dan aku tiada pernah berhenti untuk menjalin kasih cinta yang suci, bukan untuk percobaan dan bermain-main belaka, sebab semuanya datang dan hadir dari yang maha kuasa, dan tiada tempat bagiku untuk menolaknya, karena engkau nampak jelita duhai embun kesayangan, senyummu tidak pernah lepas menghiasi rona wajah.

Derai air matamu adalah rasa sakit yang kualami, senyummu adalah bahagiaku yang tersimpan, suka dan dukamu adalah bagian dari benang sutra dalam jiwaku, dan setiap kali aku merasakannya, dimanapun aku berada. Wahai keindahan hatiku, aku ingin menorehkan tinta emas dalam kanvas hidup kita, menjalinnya dengan ketulusannya jiwa, dan merangkai setiap momentum dalam kisah yang nyata.
Wahai adindaku, barangkali aku adalah orang yang jauh dari kesempurnaan, bahkan aku adalah makhluk hina dan masih dipenuhi dengan dosa-dosa, namun aku tidak ingin berhenti menjadi orang baik dan yang terbaik menurutku dan Tuhanku, InsyaAllah Tuhan adalah paling indahnya saksi dalam ketulusan hati yang tak sempurna ini.

Aku sangat menyadari kelemahan dan keegoisanku, aku hanya berupaya untuk jujur dengan apa yang aku rasakan dalam hati, setiap detik bayanganmu selalu hadir dalam pelupuk dan gejolak hatiku, setiap kali aku berusaha untuk memalingkan pada persoalan yang berbeda, tetapi hadirmu rasanya menjadi pelengkap dalam segala kekuranganku.

Wahai dinda, barangkali ada sesuatu yang mengganjal dalam hatimu, tentang diriku yang kaku, berulang kali aku meminta maaf dalam hati kecil…maafkan aku..maafkan aku…maafkan aku, bukan aku ingin ikut campur dalam segala urusanmu, tetapi ketika aku mengetahui berbagai persoalan yang engkau hadapi, maka akupun berupaya untuk tidak memejamkan mata, dengan begitu aku juga ingin merasakan apa yang engkau rasakan, aku ingin engkau berbagi dalam banyak hal, dan yang paling aku harapkan adinda bisa berbagi dalam manis dan pahit, suka dan duka, dalam putih dan hitamnya kehidupan, dan yang terpenting adalah kita saling menyadari kekurangan dan kelebihan kita masing-masing, dan saling melengkapi satu sama lain. Tak ada niatan lain, kecuali kejujuran rasa yang kumiliki, yang ingin kubaktikan dalam naungan cinta Ilahi, hanya bersamamu.

Derai air mata sebagai symbol kepedihan, sudah berulang kali aku rasakan, tetapi ada banyak hikmah dibalik semua itu, aku ingin adinda kuat menjalani semua itu, Tuhan selalu memiliki rencana yang misterius untuk hamba yang dicintai-Nya, jangan sekali-kali berputus asa dari rahmatnya.

Aku Tercipta Untuk Melengkapi Satu Sama Lain

Allah tidak akan merubah suatu Kaum, Kecuali kaum itu mau merubahnya” (Ar-Rahman).
Disela-sela gelapnya malam, angin menjadi selimut kegelisahan, dingin dalam dekapan malam terasa menjadi ukiran yang indah, dikala mata terpejam, engkau hadir dalam setiap mimpi-mimpiku, aku ingin segera meraihnya. Duhai adinda marilah kita buang keegoisan kita masing-masing untuk memahami, mendalami, dan mengenali dan untuk saling mengetahui, supaya tidak ada kata penyesalan dikemudian hari. Hadirmu, menyelinap dalam jiwa, tanpa aku sadari, tiba-tiba cinta itu datang tanpa aku undang, siapa lagi yang berperan, kalau bukan Tuhan semesta alam. Maka dari itu aku ingin merajuk kelemahanku menjadi kekuatan, dan itu hanya bersamamu, perempuan yang aku cinta sayangi, dan menjadi pilihan hidup untuk pertama dan terakhir kalinya.

Aku adalah adam-adam, yang gelisahnya tiada tara, dikala ia kehilangan tulang rusuknya, begitu memuncak kegelisahan itu, sehingga akupun tak kuasa menahan rindu, dan menjadi gelisah yang berkepanjangan, semoga kita dapat bertemu dalam naungan ridho-Nya, karena aku hanya ingin yang halal dan suci, barangkali itulah jalan yang benar dan dikehendaki oleh Allah.

Jangan menangis dan bersedih, karena cinta dan kasih sayang adalah kebahagian semua insane. Disamping itu pula perjalanan ini adalah dinamika yang harus kita lewati, sebesar apapun ujian dan cobaan, aku hanya ingin mendakinya bersamamu, hanya denganmu. Semoga keinginan itu selaras dengan kehendak yang maha suci.

Dalam setiap waktuku, aku hanya berharap dan memohon untuk mendapatkan Ridho-Nya, dan aku sangat yakin sekali, engkaulah yang sanggup tuk berbagi denganku, meski tidak dipungkiri, bahwa perjalanan ini tidak semudah yang kita bayangkan.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Faisal Akhmad | Mas Template
Copyright © 2011. JavaNews - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger