malam yang masih tetap membisuangin berhempus pelan-pelan saja
aku hirup
lalu bertengadah
oh…Tuhanku…
aku sungguh merindukannya
mata ini sudah tak mampu untuk terpejam
sebenarnya aku hanya ingin mengingat-Mu..
tetapi bayangannya selalu datang menghampiriku..
dalam rintihan
dalam derai air mata yang menghujam..
bukankah kerinduan itu amat rahasia
hanyalah engakau yang tahu..
pedih memang ..
karena bahasa kita adalah satu..
bahasa cinta yang hanya mampu diungkap oleh rasa..
sungguh nikmat sekaligus teramat pahit..
hanya Engkau yang maha berkehendak yang bisa menyatukan belahan jiwa ini
entahlah siapa dia????
0 komentar:
Post a Comment