Home » » Mari Bertasbih

Mari Bertasbih

Dalam sebuah perjalanan yang penuh dengan rintangan dan hiruk pikuk kehidupan dunia ini, amatlah penuh dengan canda tawa, dan isak tangis yang membuyarkan kebekuan. Indahnya sang malam turut pula menemani kegelisahan hati yang menjadi pemandu keinginan suci. Hidup itu sesungguhnya penuh dengan warna, dan manusialah yang mewarnai, sehingga Tuhan mengutus kita sebagai ummat manusia dalam rangka memperindah lukisan Tuhan dalam kanvas keabadian.
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan, semuanya berjalan dengan system yang telah ditetapkan sebelum keberadaan makhluk Tuhan yang paling seksi ini.
Ayat-ayat itu sudah terlalu penuh di baca setiap saat, namun ketidak tahuan dan keterbatasan akal untuk menjangkau amatlah naïf, sementara itu tindakakn dan pikiran pada substansinya adalah satu.
Tiada kata yang indah selain memuja_Nya dalam setiap detik dan hiasan cinta. Aroma nafas dalam langkah nyata terus mengalir bak air nil, terasa bulu kuduk ini merinding semua, dikala mengingat hamparan keindahan cinta-Nya yang ditunjukkan pada semesta.
Sudah banyak yang memahami dan mengetahui bahwa kita semua adalah makhluk yang hina dan nista, karena bahan yang dijadikan diri ini, hanyalah setetes mani dan kawin dengan ovum. Pertemuan dua bahan itulah yang terus berkembang hingga menjadi. Sementara pada proses sang waktu dua bahan itu berkembang menjadi segumpal darah, menjadi tulang belulang, dan menjadi manusia yang utuh, dikala Tuhan meniupkan sebagian ruh-Nya pada diri, maka kita bisa melihat, mendengar, dan berbahasa.
Masih belum aku dengar syahadat cinta yang murni dan tulus dalam jiwa ini, yang ada hanyalah keluh kesah setiap saat, seringkali diri ini hanya memohon untuk kepentingan diri, bersimpuh supaya dikasih.
Kita adalah makhluk yang bertanggung jawab, itu adalah bentuk persaksian yang harus dilakukan dalam bentuk tindakan. Dua syahadat tidak cukup hanya diucapkan dalam bentuk kata-kata, namun syahadat adalah kesungguhan hati untuk merasakan kehadiran Ilahi pada setiap sisi dalam hidup, dilakukan dengan penuh cinta, bukan sekedar hura-hura.
Ketabahan, kesabaran, keikhlasan, cinta kasih setiap manusia sudah punya bekal masing-masing, akan tetapi, kapasitas yang dimiliki pada masing-masng insane tidaklah sama keberadaannya.
Alam jagad raya beserta isinya, senantiasa bertasbih memuji keagunganmu, tidak ada satupun yang tidak menyebut engkau, sekalipun itu makhluk yang tidak mengaku bertuhan, sebab cinta dan kasih mereka acapkali masih dikendalikan oleh hawa nafsu yang bejad.
Maha suci allah yang menciptakan bumi,langit seru sekalian alam.siapa yg merasa bertakwa kepada Allah, beriman kepada Allah, lisannya, lidahnya serta tingkah lakunya selalu bertasbih, bertahmid, dan bertakbir kepada Allah. kita manusia sebagai hamba Allah wajib menjalankan perintah2nya dan menjauhi larangan-larangannya. mari kita lantunkan kalimat tasbih, tahmid kita. benarkah kita masih termasuk orang yang bertakwa “subkhanallah wal khamdulillah wala ila ha ilallah wallahu akbar” masihkah hati kita bergetar tatkala mengucap asma allah, masihkah ada tetesan air mata saat kita bertasbih? Masihkah ada rasa sombong dan angkuh tatkala kita merasa sebagai hamba yang lemah. dan masihkah kita merasa telah menunaikan kewajiban kita sebagai seorang hamba? insyaallah masih ada waktu sebelum ajal menjemput, insyaallah masih bisa bertaubat sebelum kedatangan malaikat maut. kenapa kita gak berusaha mencoba, sebelum masuk kedunia gelap yaitu liang lahat.
Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS. Al Hasyr (59)
Allah tidak membedakan makhluk satu dan yang lainnya. Semuanya disebut sedang bertasbih kepadaNya. Sabbaha lillahi maa fissamaawati wa maa fil ardhi. Semua yang di langit dan semua yang di bumi.
Dalam beberapa ayat lainnya Allah menyebut secara spesifik makhluk yang bertasbih itu. Di antaranya adalah halilintar dan guruh. Di ayat lainnya lagi, Allah menyebut gunung melakukan tasbih bersama nabi Daud.
Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya. QS. Ar Ra’d (13) : 13
Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi. QS. Shaad (38) : 18
Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum; dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya. QS. Al Anbiyaa (21) : 79
Dan yang lebih dahsyat lagi, bukan cuma benda-benda pengisi alam semesta saja yang bertasbih, melainkan langit yang tujuh dan bumi, semuanya bertasbih kepadaNya. Artinya, sama sekali tidak ada yang tidak bertasbih kepadaNya. Seluruh yang kita anggap benda mati itu sedang bertasbih. Sayang kita tidak mengerti apa yang mereka tasbihkan.
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. QS. Al Israa (17) : 44
Memang, kita harus membangun kepahaman yang berbeda antara tasbihnya manusia, binatang tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda lainnya. Masing-masing bertasbih dengan caranya sendiri. Tidak selalu dengan mengucapkan subhanallah seperti kita. Namun demikian, mereka juga disebut bertasbih dan bersembahyang kepada Allah.
Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. QS. An Nuur (24) : 41
Jadi burung mengembangkan sayap itu adalah salah satu bentuk dari sembahyang dan bertasbih, mengagungkan Allah. Guntur bergemuruh dan halilintar menyambar itu juga bentuk tasbih dan sembahyang mereka kepada Allah.
Oh….Gusti yang maha suci, seringkali kami lalai dalam banyak hal, rasa iri, dengki, dendam, sudah sering menyelimuti, bahkan lebih ironis lagi, setiap detak nafas dan langkah perbuatan kita semua sering ingkar terhadap janji-janji yang sulit untuk ditepati. Acapkali kita membual, berkata kosong, dan sia-sia. Sudah saatnya taubatan nasuha itu harus kita lakukan, karena balasan dari engkau Gusti yang maha suci, amatlah pedih keberadaanya.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Faisal Akhmad | Mas Template
Copyright © 2011. JavaNews - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger